Minggu, 14 Oktober 2012

Tsunami



                Pada bulan Desember 2004, terjadi gempa bumi berkekuatan sekitar 9 skala Richter di sepanjang garis pesisir pantai Sumatra, Indonesia. Gempa bumi yang sangat dahsyat itu menyebabkan pergerakan lempeng di dasar laut secara vertikal sehingga menghasilkan tsunami. Peristiwa ini memakan korban sekitar 280.000 jiwa dan telah merubah hidup jutaan manusia. Sebelum kejadian tahun 2004 itu, sebenarnya tsunami telah terjadi beberapa kali di Indonesia dan wilayah-wilayah lain di dunia, namun tidak sebesar peristiwa tersebut. Setelah tsunami besar di tahun 2004 itulah baru baru banyak orang menyadari dan waspada akan bahaya tsunami. Apakan kamu tahu, apa sebenarnya tsunami itu?
                Tsunami adalah gelombang air dengan panjang gelombang sangat besar yang dihasilkan oleh pergerakan tiba-tiba dari lempeng dasar laut atau gangguan di bagian tubuh perairan. Suatu tsunami dapat memiliki panjang gelombang lebih dari 500 km dan ini menyebabkan gelombang tsunami dapat bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ketika tsunami dari bagian laut mencapai permukaan, semakin besar kekuatannya sehingga ketinggian gelombang meningkat. Datangnya tsunami biasanya ditandai dengan turunnya ketinggian air laut secara drastis akibat kekuatan gelombang yang pertama kali mencapai pantai. Penurunan ketinggian air laut ini akan segera diikuti dengan luapan gelombang air yang akan membanjiri daratan. Gelombang tsunami biasanya tidak hanya sekali, melainkan terdiri dari beberapa gelombang berturut-turut.
                Sebagian besar peristiwa tsunami terjadi karena gempa bumi yang menyebabkan pergerakan lempeng dasar laut. Namun, ada juga tsunami yang disebabkan oleh aktivitas gunung api, pergerakan lempeng daratan, ledakan didalam laut, atau akibat jatuhnya meteor. Gempa bumi yang dapat menghasilkan tsunami biasanya terjadi di sepanjang garis pantai atau didalam laut. Besarnya gelombang tsunami biasanya dipengaruhi oleh besarnya kekuatan gempa. Perlu diperhatikan, bahwa tsunami hanya terjadi ketika gempa bumi menyebabkan pergerakan lempeng dasar laut secara vertikal. Gempa bumi berkekuatan besar namun menyebabkan pergerakan secara mendatar umumnya tidak akan menyebabkan tsunami. Pergerakan lempeng secara vertikal umum terjadi pada wilayah zona subduksi, yaitu pada garis perbatasan antarlempeng. Zona subduksi banyak terdapat di wilayah samudra pasifik sehingga tsunami seringkali terjadi di daerah ini.
                Kepulauan Indonesia terletak di wilayah samudra pasifik. Hal ini menyebabkan bahwa negara kita termasuk dalam wilayah yang memiliki tingkat frekuensi tsunami cukup besar. Semenjak kejadian tsunami di pantai Sumatra tahun 2004, pemerintah dan banyak badan penelitian telah berupaya mengembangkan sistem peringatan dini yang efektif untuk mencegah bencana tersebut terulang kembali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar